Tertalak batang pokok rimbun
sendari alam azal sampai rahim ibu
papan masih kayu
serupa aku
anakmu
.
Antara alir darah dan air mata
nama atas nama cinta berdesir
menderu dalam debar
ialah namamu, ibu
terus mengalir
.
Kusaksikan gerimis mengasahi pepohonan
hingga gunung juga kokoh bangunan
disana tersela hati anak yang renyai
juga cericit burung
debur riam
gaduh gelak tawa
gemuruh kendaraan
semua mengisyarat ramai
namun aku sunyi, ibu
tersisa debar jantung yang kian bertalu
.
Ibu
aku disini engkau disana
sedang waktu berkinajat
tersebab nama yang mendera
ia bernama rindu, ibu
sapa anakmu
.
Sesampai kutapak tanah mana
sesering tersamar langit baru
anakmu memilih langit purba
langit bunga bagi kumbang
yang sukma asihnya serah tersasap dingin anakmu
.
Menapak liuk liku tiada berujung
hanya rasa yang benar menuntun
pada sanjung belai tersetia
pemeluk getir danging juga tulang
lelah rasa, ibu
pantunku
hingga kata dan jantung teriak senada
ibu, aku rindu

11 komentar
komentarBagus Puisinya Berkesan :)
Replynice banget puisinya
Replybagus puisi nya gan.... nice.....
ReplyBagus gan, saya suka sama pemilihan katanya cuman makin bagus kalau berrima :D
Replypuisnya itu hmmm bikin terharu
Replybahasa nya juga dapat
majasnya juga terlalu exotis
selamat hari ibu,, semoga jasa2 ibu kita dblas yang terbaik olehNYA
ReplySo Sweet :D
ReplyCocok banget nih kalo saya bacain ke ibu saya :D
wih pas banget min adek saya minta di bikinin puisi izin ngambil puisinya min
Replynice puisi gan... (y)
Replywidih saran sih bang, buat banyak terus dibuat antologi :D
Replyfollow back Google+ ku ya bang
Terharu gan :D
ReplyKomentar Yang Baik dan Benar!